Opini

Lunturnya Nilai-nilai kebudayaan Indonesia di Era Globalisasi

Pagelaran Wayang Kulit

Seberapa baik Anda mengenal Indonesia? Sebuah negara dengan budaya yang berbeda. Indonesia merupakan negara kepulauan dengan 34 provinsi dengan budaya yang berbeda di setiap daerah. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia kaya akan budaya. Seperti yang kita ketahui, di Indonesia terdapat berbagai macam suku, ras dan agama dari Sabang sampai Merauke. Banyak perbedaan  yang membuat Indonesia terkenal di dunia. Seiring berkembangnya zaman, budaya lokal masing-masing daerah mulai tergerus oleh globalisasi.

Walaupun kami bertemu di beberapa tempat, kami jarang bertemu dengan orang-orang yang masih melestarikan budayanya. Dalam buku Mirror for Man, Clyde Kluckhon menyajikan berbagai definisi di mana budaya mengacu antara lain pada: (1) cara hidup seseorang, (2) pengakuan sosial yang dibutuhkan individu dari kelompok (3) cara berpikir, merasakan dan percaya, (4) abstraksi perilaku (5) teori antropologi perilaku kelompok, atau (6) seperangkat orientasi hidup.  Dari pernyataan-pernyataan dalam majalah Mirror for Man, terlihat bahwa kebudayaan memiliki beberapa keterkaitan dalam masyarakat. Namun seiring berjalannya waktu, hubungan tersebut langsung berubah. Seperti gaya hidup yang lebih modern, cara berpikir, perilaku dll.

Namun Kehadiran globalisasi tentunya mempengaruhi kehidupan suatu negara, termasuk Indonesia. Pengaruh globalisasi tidak hanya positif tetapi juga negatif. Misalnya, globalisasi menimbulkan berbagai masalah di bidang kebudayaan. Jika persoalan yang muncul mungkin persoalan eksistensi budaya daerah yang tak terhindarkan, salah satunya adalah melemahnya kecintaan terhadap budaya yaitu jati diri bangsa, tergerusnya nilai-nilai budaya, munculnya akulturasi budaya, yang; kemudian berkembang. Budaya masyarakat. Peran pemerintah sangat diperlukan dengan kebijakan-kebijakan yang lebih berorientasi pada aspek budaya atau kebudayaan daripada kebijakan ekonomi murni yang merugikan perkembangan budaya dari kebijakan-kebijakan yang dirancang.

Dengan demikian, pemerintah harus mengembalikan perannya sebagai pelindung dan kurator seni tradisi tanpa mengganggu proses estetika. Dalam proses alami ini, setiap bangsa  berusaha menyesuaikan budayanya dengan perkembangan baru agar dapat bertahan dan terhindar dari kehancuran. Namun dalam proses ini, negara harus memperkuat dimensi budayanya dan melestarikan struktur nilainya agar budaya asing tidak hilang. Dalam konteks ini, orang yang berbeda harus memperoleh pengetahuan ilmiah yang berguna dan melengkapi pengalaman mereka. Norma yang tertanam dalam budaya masyarakat Indonesia perlahan mulai memudar.

Serangan invasi teknologi dan nilai-nilai internal yang diterapkan di dalamnya mengangkat isu  globalisasi dan  akhirnya menciptakan nilai baru persatuan dunia. Jika globalisasi telah mengglobal dan tidak dapat dipisahkan dalam segala aspek kehidupan kita, maka  dapat dikatakan bahwa negara telah menjadi satu dalam  globalisasi. Oleh karena itu, aspek sosial budaya Indonesia perlu dilestarikan sebagai identitas nasional. Caranya adalah dengan menyaring budaya yang masuk ke Indonesia dan melestarikan budaya masyarakatnya.

Orang yang berusaha mengembangkan seni tradisi untuk kehidupan modern tentu akan terus berusaha mentransformasikan bentuk seni yang masih bersifat figuratif di masa lalu menjadi komoditas yang dapat dikonsumsi oleh masyarakat modern. Sebagai  pewaris budaya bangsa, kita  selalu meneruskan seni budaya yang sangat mahal harganya. Globalisasi membuat kehidupan masyarakat menjadi lebih mudah, namun keberadaan budaya daerah harus tetap dilestarikan.

Bagikan
Dina Lorenza
Mahasiswa Pendidikan Agama Islam & Pegiat Aswaja Muda Universitas Wahid Hasyim

    PUASA SEBAGAI TERAPI KESEHATAN MENTAL

    Previous article

    Dasar Negara Demak Bintara dan Perdebatan para Wali

    Next article

    Comments

    Leave a reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *