Essai

Agama Memanusiakan Manusia

Salah satu pendidikan yang diajarkan sejak dini adalah pendidikan agama. Pendidikan agama sendiri merupakan pilar pendidikan karakter, karena dari pendidikan agama Islamlah adanya pengetahuan tentang akidah, sebagai dasar pembekalan akhlak. Akhlak inilah yang mengantarkan kita sebagai manusia yang religius.

Agama memiliki formasi yang sangat dominan dalam pembentukan karakter dan kepribadian manusia. Agama menjadi sumber pijakan utama dalam kehidupan manusia dalam membentuk karakter dan kepribadian manusia. Melalui dakwah serta pemahaman nilai spiritual, nilai akidah dan praktek ibadah akan melahirkan pribadi yang taat serta tekun menjalankan nilai-nilai dalam Al-Qur’an.

Pendidikan karakter ini sangat dibutuhkan oleh siswa dan mahasiswa dalam menghadapi perubahan zaman dan degradasi moral. Sebagai calon penerus bangsa, mereka diharapkan mampu memiliki dan berperilaku baik berdasarkan ketentuan dan ketetapan agama.

Di masa sekarang ini banyak kita jumpai kaum muda yang tidak berkarakter baik. Bukan karena faktor pendidikannya, tapi seringkali dari karakter mereka sendiri. Biasanya jika pemahaman mereka tentang pendidikan Agama Islamnya tinggi, maka kepribadian dan perilakunya pun dapat disebut baik. Jika pemahamannya tentang Agama Islam rendah, maka kepribadian dan perilakunya dapat dikatakan rendah atau buruk.

Tetapi, sekarang ini banyak manusia yang mengerti dan bahkan paham tentang Agama Islam belum tentu berkepribadian dan berperilaku baik. Banyak kasus yang bahkan pelakunya jika dilihat dalam kehidupan sehari-harinya berperilaku sangat baik, tapi ternyata mereka bisa melanggar nilai moral sebagai manusia. Inilah mengapa pendidikan Agama, dukungan dan perhatian keluarga serta lingkungan pergaulan sangat berpengaruh pada karakter dan perilaku manusia.

Lihat saja berita tentang korupsi, mencuri hak dan berwenang, gila kuasa, ingin kaya mendadak, intimidasi dan sejenisnya. Ketidakadilan, korupsi dan kejahatan, uang rakyat dan uang negara dicuri. Ini dilakukan oleh pejabat negara atau orang yang terdidik, yang memiliki kapasitas pendidikan yang lumayan. Misalnya mulai dari hakim, jaksa, KPK, Gubernur, Bupati Walikota, Kepala Dinas hingga Kepala Desa sekalipun.

Orang-orang yang tingkat kepemimpinannya atau keilmuannya hanya untuk mengurus satu keluarga malah dipercayakan untuk mengurus negara dan bangsa. Mereka menjadi kuasa yang gila dan melakukan segala cara untuk mempertahankan kekuatannya.

Manusia dengan akhlak dan kepribadian yang baik pada zaman sekarang sudah sulit ditemukan. Ini karena merasuki pendidikan dan sistem pendidikan yang kurang diperhatikan. Penyalahgunaan pendidikan oleh orang yang memiliki status di masyarakat dapat menimbulkan kesengsaraan bagi kaum menengah ke bawah, yang kaya tambah kaya dan yang miskin tambah miskin.

Untuk membentuk manusia yang berperilaku baik kita harus memberikan sistem pendidikan berkarakter yang berpusat pada kepekaan sosial, integrasi intelektual dan memelihara spiritual. Unsur penting ketiga tersebut adalah bagian dari nilai-nilai yang harus selalu ada dalam proses pendidikan.

Salah satu ciri orang terdidik adalah menjadi manusia yang beradab. Untuk mewujudkannya dibutuhkan kemauan dan tindakan yang nyata dari manusia itu sendiri untuk membentuk masyarakat yang jauh lebih beradab.

Jadilah manusia yang bisa memanusiakan manusia yang lain. Dengan begitu, hidup kita akan lebih bermakna, saling menghormati, dan jauh dari tindakan kriminal. Jangan menggunakan kemampuan kita untuk mendapatkan kebutuhan pribadi. Tetapi, gunakan kemampuan dan pengetahuan kita untuk saling membantu dan berbagi antar sesama manusia.

Jika merasa memiliki agama (beragama), maka janganlah kotori agama dengan ketidak-beradaban. Agama itu mengendalikan manusia, mengendalikan hawa nafsu, mengendalikan perbuatan kita, untuk bisa berakhlak mulia dan beradab. Bukan sebaliknya, manusia mengendalikan agama, sebagai alat melampiaskan hawa nafsunya.

Pada hakikatnya, agama hadir untuk memanusiakan manusia. Dan teladan kemanusiaan adalah Nabi Agung Muhammad Saw yang berakhlak mulia.

Bagikan
Bienka Dewaningtrias B P
Mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Wahid Hasyim Semarang

    Generasi Muda, Ayo Berpolitik

    Previous article

    Menziarahi Champa

    Next article

    Comments

    Leave a reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *