Berbicara tentang tauhid akhlak dan tasawuf ( TAT ) dalam kehidupan
seorang muslim memiliki peran yang sangat mendasar dan saling berkaitan dalam membentuk kepribadian dan tentang ketiganya berarti kita berbicara ukuran, ukuran sejauh mana seorang hamba beriman kepada Tuhan atau sedalam apa seseorang dalam penghambaannya.
Pentingnya bertauhid dalam diri kita supaya kita tau, kita harus menghadirkan keyakinan penuh bahwa Allah itu ada, Allah itu wujud dan Allah itu esa tidak ada yang menyerupainya bukan keyakinan dalam hati saja tetapi tercermin dalam pikiran kita,ucapan dan tindakan. Akhlak juga tak kalah penting dalam diri kita karna akhlak yang melekat pada diri kita dan cerminan iman Kita dalam kehidupan sehari-hari.
Bahkan lebih penting akhlak daripada ilmu dan orang yang bertauhid pasti akan mempertahankan akhlak baik pada dirinya. Harus bagaimana supaya kita bisa berakhlak baik, melalui apa? Yaitu dengan cara mensucikan diri
kita atau bisa disebut dengan bertasawuf melalui dzikir, bermuhasabah atau kita juga bisa dengan bertafakur supaya kita mengingat akan karunia yang Allah berikan kepada kita, merenungkan diri kita akan dosa-dosa yang telah diperbuat, dan aktifitas spiritual lainnya.
Tujuan saya menulis ini adalah supaya kita saling mengingatkan bahwa
bertauhid berakhlak dan bertasawuf itu penting dalam diri kita, pasti kita semua mempunyai keinginan untuk menjadi pribadi yang lebih baik, menjadi hamba yang dekat dengan penciptanya. Dengan cara yang tiga tadi insyaallah kita akan lebih dekat dengan Tuhan atau lebih mengenalnya.
Dengan berintegrasi seseorang dapat menyatukan ketiganya dan dapat
membentuk karakter yang lebih baik saling melengkapi dan menghasilkan pribadi yang seimbang. Seseorang tidak hanya beriman secara intelektual ( tauhid ) akan tetapi secara berprilaku atau tata Krama ( akhlak) dan di barengi dengan cara spiritual ( tasawuf ). Jadi tauhid sebagai pondasi iman, akhlak sebagai wujud nyata keimanan tersebut dan tasawuf sebagai proses penyucian dirinya untuk ketulusan beribadah dan berprilaku yang baik.
Kita berkeyakinan bahwa hanya alloh yang dapat kita sembah tidak ada
selainnya, contoh dari tauhid bisa dilihat dari tindakan seseorang yang
mencerminkan bahwa dirinya yakin allah itu ada dengan cara ikhlas, ketika
seseorang mendapatkan cobaan atau ketika ada seseuatu yang hilang dari dirinya dia merasa ikhlas karna apa yang kita punya itu semua hanya titipan dari allah dan akan kembali kepadanya.
Dan kita tidak merasa putus asa atau menyalahkan keadaan karna semua yang terjadi atas izin allah dan di balik itu pasti ada hikmahnya. Juga dengan cara beramal contohnya kita shodaqoh atau memberi bantuan kepada orang itu juga beramal dan tanpa kita menginginkan atau mengharapkan balasan dari manusia, karna kita melakukannya dengan ikhlas.
Dengan berakhlak yang baik kita dapat menerapkan nilai-nilai tauhid dalam
kehidupan sehari-hari untuk mencerminkan keimanan kita. Contoh dari akhlak misalnya kita amanah dalam mengerjakan tugas bertanggung jawab atas apa yang diperintahkan kepada kita, Sabar dalam mengerjakannya ketika ada orang lain yang memberi saran atau memberi kritik kepada kita kita bisa menerimanya karna itu sebuah pelajaran buat kita supaya nanti kedepannya lebih baik.
Kalau missal kita bertemu sama orang kita harus ramah tamah, berbicara yang sopan agar orang tersebut merasa nyaman ketika bersama kita. Akhlak penting sekali karna kita dalam kehidupan sehari-hari pasti di barengi dengan akhlak dari mulai bangun tidur aja udah ada tata karma nya seperti baca doa, bahkan orang lain juga pasti menilai diri seseorang itu dari akhlaknya.
Makanya kita harus berakhlak dengan baik untuk mencerminkan keimanan kita tadi. Integrasi bertasawuf dalam diri berarti kita merealisasikan niali-nilai tasawuf seperti kebersihan hati kita, pengendalian diri terhadap segala sesuatu dan kesadaran akan menautkan allah ke dalam setiap aspek kehidupan kita baik dalam beribadah maupun interaksi sosial.
Integrasi tasawuf tercermin dalam kemampuan diri kita untuk mengendalikan hawa nafsu supaya terhindar dari sifat-sifat buruk seperti sombong, iri hati atau marah. Contohnya ketika kita tergoda oleh emosi yang negative tapi kita bisa menahannya untuk tidak marah kita bisa mengontrolnya agar emosi tersebut tidak keluar dan kita berusaha untuk menenangkan hati kita.
Bertasawuf juga bisa membantu seseorang untuk merasa dirinya cukup dan
bersyukur atas apa yang telah diberikan allah untuknya dan tidak terpengaruhi oleh keinginan duniawi yang berlebihan.
Dari ketiganya dapat disimpulkan bahwa dalam diri kita bisa melahirkan
pribadi yang kuat dan iman yang baik dalam sikap dan tulus dalam niat. Ketiganya bekerjasama untuk membentuk kehidupan yang penuh makna dimana setiap tindakan,ucapan dan pikiran selalu berorientasi kepada allah.
Dengan berintegrasi ini kita menjadi individu yang berusaha menjalani kehidupan dengan lurus, damaidan penuh keikhlasan.



Comments