Essai

Jangan Salahkan Alam

Mari Menjaga Alam

Ada tempat-tempat yang tidak boleh dihuni oleh manusia, yaitu daerah-daerah yang rawan bencana. Di sana tempatnya flora dan fauna bertumbuh dan berkembang, sesuai dengan kodrat dari Pencipta, tanpa campur tangan manusia.

Seharusnya di sana kemurnian alami berjalan terus menerus agar terjagalah keseimbangan. Hutan larangan, dihindari bukan karena angker, tetapi di sanalah keajaiban-keajaiban muncul dan itu harusnya terjaga sebagai sebuah rahasia.

Di sana tidak boleh ada kesombongan, sebab alam akan selalu menunjukkan keperkasaan karena digerakkan oleh Hywang Murbeng Dumadi (Yang memiliki kewenangan untuk menjadikan segala hal).

Nenek moyang sebenarnya sudah banyak mengajarkan, tetapi sudah diabaikan dengan alasan kolot dan tradisional.

Alam tidak marah, karena alam tidak punya rasa benci, sedih, iri, dengki.

Alam hanya berusaha memunculkan kesempurnaan yang hilang karena ada campur tangan dari manusia.

Alam tidak pernah marah, dia hanya menggunakan haknya untuk selalu tunduk kepada yang memerintah, yaitu Yang Maha Kuasa.

Angin tidak pernah melawan ketika diperintahkan bertiup maupun berhenti.

Air tidak pernah melawan ketika diperintah mengalir ke tempat tempat yang rendah.

Gunung tidak pernah melawan ketika diperintah untuk menyuburkan peukaan bumi.

Bumi tidak pernah melawan ketika diperintah untuk bergerak.

Manusia seharusnya mengikuti kehendak alam, sebab alam digerakkan oleh Pencipta semesta. Jangan menghalangi aliran air, jangan tinggal di daerah lahar, jangan tinggal di tanah labil.

Jangan memangkas lereng-lereng bukit karena bukit sudah mempunyai kodrat kemiringan yang aman.

Jangan gunduli hutan, sebab hutan tempat menahan laju air.

Jangan masuk dan merusak hutan, sebab di sana milik para binatang.

Jangan tinggal di bantaran sungai, sebab di situ tempat air leluasa bergerak.

Jangan salahkan alam, sebab alam hanya mengikuti kodrat. Jangan menentang alam, pasti akan kalah.

Bagikan
Roni Sodewo
Penutur Babad Diponegoro

    Sejarah Nusantara dalam Perspektif Dunia Pesantren

    Previous article

    Sumber Daya Alam Indonesia dan Kemampuan Mengelolanya

    Next article

    Comments

    Leave a reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *