Diera modern ini,pergaulan bebas dan penyalahgunaan obat terlarang yang terjadi di kalangan remaja bahkan anak dibawah umur semakin merajalela. Mereka semua tidak memikirkan kehidupan masa depannya. Mereka hanya memikirkan apa yang diinginkan dan bagaimana cara bersenang-
senang di masa muda.
Padahal merekalah nanti yang akan meneruskan perjuangan bangsa. Lantas jika remaja sekarang saja tidak bisa mengontrol diri mereka sendiri, bagaimana mereka bisa mengontrol bangsa.Masa remaja adalah masa dimana akan menentukan masa depan kita, Di masa ini kita selalu ingin mencoba dan terus mencoba sampai kita bisa ”mencari identitas” kita.
Maka dari itu kita harus memanfaatkan sebaik-baiknya dalam menjalani masa remaja. Tapi faktanya masih banyak para remaja yang tidak memanfaatkan masa remajanya ini dengan baik, Masih banyak para remaja yang terjerumus pergaulan bebas akibatnya banyak remaja dan anak anak di bawah umur hamil diluar nikah dan berujung putus sekolah.
Ditambah lagi dengan kemajuan teknologi , Para remaja justru menyalah gunakannya. Banyak pemberitaan tentang maraknya remaja-remaja yang mengikuti geng motor. Sungguh mengerikan melihat kejadian seperti itu, fakta- fakta diatas menandakan bahwa kurangnya nilai-nilai keagamaan yang diterapkan.
Mereka sudah mengabaikan akan pentingnya agama bagi kehidupannya, melakukan perbuatan-perbuatan buruk hanya karena mengikuti hawa nafsu dan mengabaikan aturan-aturan yang ada pada ajaran agama.
Disinilah pentingnya peran orang tua dalam mendidik anak disertai dengan pengetahuan agama terutama akhlak yang baik,anak-anak sangat terpengaruh oleh perilaku orang tua atau orang dewasa disekitar mereka.
Orang tua dan pendidik dapat mengenalkan anak-anak pada
nilai-nilai moral dan agama yang mendalam,seperti kejujuran,kesopanan,rasa malu,tanggung jawab,menghargai diri sendiri dan orang lain. Kita harus mengajarkan anak tentang tauhid atau keesaan Allah akan memperkuat dasar spiritual mereka,anak yang memahami bahwa Allah selalu mengawasi setiap perbuatannya akan cenderung lebih berhati-hati dalam bergaul dan menghindari perbuatan buruk.
Pendidikan tentang akibat-akibat buruk dari pergaulan bebas sangat penting,anak anak perlu diberi pemahaman tentang dampak dari pergaulan
bebas dari segi fiisk maupun psiologis.
Pemerintah juga mempunyai peranan dalam mengatasi pergaulan
bebas,kebijakan pemerintah Indonesia dalam mengatasi pergaulan bebas harus berfokus pada pendekatan yang holistic (keseluruhan), melibatkan berbagai sektor masyarakat,dan menekankan pencegahan pergaulan bebas sejak dini.
Pemerintah berusaha membentuk karakter generasi muda melalui pendidikan agama dan moral yang dimasukkan dalam kurikulum
sekolah, di samping meningkatkan peran keluarga dalam mendidik dan mengawasi anak-anak.
Selain itu,pengawasan sosial dan pemberdayaan pemuda juga menjadi bagian penting dalam mencegah pergaulan bebas dengan menyediakan alternatif kegiatan positif bagi remaja agar mereka terhindar dari perilaku yang tidak baik dan merugikan diri sendiri.
Selain pemerintah,bidang agama juga harus berkontribusi dalam upaya mengatasi pergaulan bebas remaja di Indonesia,mereka memainkan peranan yang sangat penting dalam membentuk karakter dan moralitas generasi muda.
Agama,sebagai bagian integral dari kehidupan sosial budaya Indonesia, memiliki kekuatan untuk memberikan arahan dan pedoman dalam
menghindari perilaku negatif temasuk pergaulan bebas. Dalam upaya ini Pendidikan agama yang intensif di Sekolah-sekolah menjadi salah satu fondasi utama yang membantu membekali remaja dengan pemahaman dan pengalaman ajaran agama, yang dapat membentuk
pola fikir dan perilaku.
Selain itu,pendekatan dakwah dan penyuluhan agama yang dilakukan oleh lembaga keagamaan seperti pengajian,juga memberikan kesempatan kepada
remaja untuk berinteraksi dalam lingkungan yang mendukung pengembangaan spiritual dan moral mereka,jauh dari pengaruh pergaulan bebas yang bisa merusak diri sendiri.
Penegakan nilai agama dalam kehidupan sosial dan masyarakat,termasuk melalui regulasi berbasis agama,juga membantu menciptakan lingkungan yang lebih kondusif bagi perkembangan remaja. Kebijakan yang mengatur tempat hiburan dan konten media juga mempengaruhi perilaku remaja.
Diera digital ini,pemanfaatan teknologi untuk dakwah menjadi hal yang semakin relevan,mengingat remaja saat ini sangat terhubung dengan dunia maya. Melalui media sosial dan platform digital lainnya,dakwah agama dapat diakses dengan lebih mudah dan memberikan remaja alternatif untuk mendapat konten posistif yang mengajarkan tentang pentingnya
menjaga moralitas dan menghindari pergaulan bebas.
Secara,keseluruhan,kebijakan agama dalam menanggulangi pergaulan bebas remaja tidak hanya berfokus pada upaya pencegahan,tetapi juga pada pembentukan karakter dan peningkatan kesadaran spiritual remaja
dalam menjalani hidup yang lebih baik dan bermanfaat.
Peran ini sangat bergantung pada kerja sama antar pemerintah dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang mendukung
perkembangan remaja yang sehat secara fisik,mental,dan spiritual.
Dengan demikian kebijakan agama tidak hanya menjadi alat untuk menjaga moralitas,tetapi juga sebagai sarana untuk membangun generasi muda yang berkualitas,berakhlak mulia,dan siap menghadapi tantangan
hidup dengan bijaksana.
Pada akhirnya,memilih untuk berhenti dari pergaulan bebas adalah keputusan yang mencerminkan keberanian untuk menjaga masa depan,mengembangkan diri dengan baik,dan membangun kehidupan yang lebih berkualitas.
Setiap langkah yang kita ambil menuju perbaikan diri adalah investasi untuk kehidupan yang lebih baik dan penuh makna,ingatlah bahwa jalan menuju kesuksesan bukan melalui pergaulan bebas,tetapi melalui pilihan yang
bijaksana dan penuh kesadaran,yang akan mengantarkan pada kehidupan yang lebih sehat,seimbang,dan penuh prestasi,jadi jangan menyia-nyiakan masa muda dengan hal yang burukkarena masa muda sangat berharga.



Comments