Kitab Ahla al-Musamarah karya Kiai Abi Fadhal menceritakan nasab Wali Songo. Kemudian ada satu kitab sejarah karangan orang pesantren yang kajiannya senada dengan kitab Ahlaa al-Musaamarah, yaitu Tarikh al-Auliya Tarikh Wali Songo, karangan Kiai Bisri Mustofa Rembang.
Penjelasan Kiai Abi Fadhal dan Kiai Bisri Mustofa berbeda dengan narasi sejarah yang beredar di masyarakat
Misalkan kisah Raden Rahmatullah ketika berkunjung ke Jawa untuk menemui bibinya. Dalam cerita itu disebutkan adanya seorang pembesar Majapahit, kepercayaan Raja Brawijaya V. Pembesar Majapahit itu bernama Arya Bangah.
Silsilah Arya Bangah dijelaskan dalam kitab Ahlaa al-Musamarah dan Tarikh al-Auliy. Kyai Abi Fadhal Senori menyebutkan Arya Bangah merupakan keturunan dari Raja Pajajaran yang bernama Arya Banjar.
Arya Banjar memiliki anak lelaki bernama Arya Mentahun. Arya Mentahun memiliki seorang anak perempuan bernama Rondo Kuning. Rondo Kuning memiliki tiga anak antara lain Arya Galuh, Arya Tanduran dan Arya Bangah.
Singkatnya, Arya Bangah putra dari Rondo Kuning putri dari Arya Mentahun putra dari Arya Banjar putra dari Raja Sang Mundi Wangi.
Sementara itu Kyai Bishri Mushtofa dalam kitab Tarikh al-Auliya menyebutkan, Raden Mundi Wangi merupakan kakek ketiga (canggah) dari Raden Fattah, dan memiliki saudara laki-laki bernama Arya Banjaran.
Arya Banjaran berputra Arya Mentahun, berputra Arya Randu Kuning. Randu Kuning memiliki tiga putra, yaitu Arya Galuh, Arya Tanduran dan Arya Bangah. Wallahu a’lam.



Comments