Opini

Qatar, Piala Dunia 2022, dan Pesan Islam

Seorang gadis kecil mengibarkan bendera Qatar di pembukaan Piala Dunia 2022.

Akhirnya kick off Piala Dunia 2022 dibunyikan. Tepat pada Minggu tanggal 20 November 2022 al-Bayt Stadium menjadi saksi kemeriahan pembukaan pesta bola dunia yang digelar 4 tahunan sekali. Dan Qatar menjadi tuan rumah yang awalnya pernah disanksikan kemampuannya menggelar acara tersebut oleh Presiden FIFA yang menunjukknya saat itu, Sepp Blater.

Ada hal menarik yang bisa kita ungkap dari penyelenggaraan event tersebut kaitannya dengan bagaimana upaya Qatar dalam menyemaikan islam sekaligus ajarannya sebagai agama rahmatan lila’lamiin. Hal itu bisa kita lihat dari ketegasan Qatar dalam menerapkan aturan dan ketentuan dengan penyelenggaraan meski mendapat banyak protes dari negara-negara Barat.

Namun demikian Qatar tidak bergeming dan tetap pada keputusannya untuk menerapkan kaidah dan ketentuan Islam yang diyakini. Diantara tuduhan Barat terhadap Qatar sebagai tuan rumah piala dunia adalah isu diskriminasi Hak Asasi Manusia yang tidak memperbolehkan LGBT dan segala pernak perniknya masuk pada acara tersebut.

Tuduhan Barat itu kemudian dibantah dan ditentang keras oleh presiden FIFA Gianni Infantino, Pria berdarah Swiss, kelahiran 23 Maret 1970. Dia berbicara lebih dari satu jam setelah mendengar kritik tersebut dengan mengatakan “Perusahaan Eropa yang mengutuk Qatar karena masalah moral telah bertindak munafik”.

Diantara ketegasan, kemegahan dan keindahan pesta pembukaan World Cup 2022 adalah: Pertama, Baru pertama kali dalam sejarah bahwa opening ceremony world cup (pembukaan piala dunia) dibuka dengan pembacaan ayat suci al-Qur’an.

Sebuah ayat yang dilantunkan oleh seorang pemuda berkebutuhan khusus (difabel/disabilitas) yang bernama Ghanim al-Muftah. Pemuda berusia 20 tahun yang mengidap kondisi langka, caudal regression syndrome. Dia seorang Youtuber yang membagikan motivasi sejak remaja.

Pria itu membangun asosiasi Gahim dengan bantuan keluarga yang membagikan kursi roda kepada orang yang membutuhkan. Ia sekarang ini tercatat sebagai mahasiswa jurusan ilmu politik di Universitas Loughborough.

Dia membacakan surat al-Hujurat [49]:13 yang memberikan penegasan dan pengertian bahwa semua manusia sama di hadapan Tuhan. Tidak ada yang berbeda melainkan ketakwaannya. Makna lain yang bisa diambil dari ayat tersebut bahwasanya kita semua bisa datang, berkumpul dan bersatu jika kita mempunyai keinginan untuk saling mengenal dan memahami.

Silahkan datang ke Qatar untuk menyaksikan kelihaian pengolah si Kulit Bundar, tapi saat itu jug kalian  harus menghormati dan mengenali budaya dan adat yang berlaku di negeri ini.

Ketegasan Qatar dalam pernyataan tersebut seakan meneguhkan peribahasa “Dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung”. Ayat itu dilantunkan Ghanim setelah Morgan Freeman aktor kenamaan Hollywood Amerka Serikat itu bertanya :”Bagaimana bisa begitu banyak negara, bahasa dan budaya bersatu, jika hanya satu cara yang diterima?”.

Ghanim menjawab :”Kami dibesarkan untuk percaya bahwa kami tersebar di bumi ini sebagai bangsa, sebagai suku, sehingga kami dapat belajar satu sama lain dan menemukan keindahan dalam perbedaan”.

Freeman berkata :”Saya bisa melihatnya, karena apa yang mempersatukan kita di sini pada saat ini jauh lebih besar daripada apa yang memisahkan kita. Bagaimana kita bisa membuatnya bertahan lebih dari hari ini?”.

Ghanim menjawab :”Dengan toleransi dan rasa hormat, kita bisa hidup bersama di bawah rumah besar. Saat kami memanggilmu ke sini, kami menyambutmu di rumah kami”.

Kedua, Ketegasan Qatar dalam penyelenggaran event ini adalah dilarangnya LGBT di negara itu. Hal ini menjadi ancaman serius bagi penggemar sepak bola dunia terutama dari Eropa. Dan salah satu protes Barat terhadap kebijakan Qatar ialah pose bungkam mulut team Jerman sebelum pertandingan. Akhirnya, Jermanpun dibungkam kekalahan dari Jepang 2-1.

Ghanim Al-Muftah (kanan) bersama Morgan Freeman saat Pembukaan Piala Dunia Qatar 2022

Meski mendapat banyak protes dan kecaman dari dunia pemuja LGBT, namun Qatar tidak bergeming bahkan tegas mengatakan :”LGBT dan seks di luar pernikahan dianggap sebagai sebuah kejahatan menurut aturan Qatar yang diancam hukuman pidana”. Sehingga pada pesta bola kali ini, hotel tidak memperkenankan pria dan wanita satu kamar jika bukan pasangannya. Jangan bermimpi ada seks semalam pada world cup musim ini.

Ketiga, Hanya selang dua hari sebelum pembukaan piala dunia, FIFA mengumumkan larangan penjualan minuman beralkohol di semua stadion. Pengumuman tersebut dikeluarkan FIFA setelah berdiskusi dengan Qatar selaku tuan rumah yang memiliki aturan ketat terkait alkohol.

Tentu menjadi kemarahan besar bagi sponsor utama minuman pada event tersebut. Namun sekali lagi Qatar tetap pada pendiriannya bahwa hal tersebut dilarang di negeri kami.

Keempat, Dalam menyemaikan Islam Qatar telah membuat baliho, pamflet yang bertuliskan pesan-pesan keagamaan yang bersumber dari Sunnah yang dipajang di sepanjang jalan di Teluk. Diantara pesan Nabi: ”Ittaqunnar Walau Bisyiqqi tamrotin, faillam tajid fabikalimatin thoyyibtain, “Yassiru wala tuassiru wa sakkinu wala tunaffiru, “ Yusallimus shaghiir alal kabiir, wal maar alal qoid, wal qoliil alal katsiir”.

Panitia juga menyediakan barcode tentang keislaman yang berada di setiap kamar hotel. Juga adanya microfone di setiap stadion yang memperdengarkan suara adzan termasuk menyediakan tempat shalat di dalam stadion berkapasitas 2000 orang. Sehingga pada akhirnya adzan akan terus berkumandang di gelaran piala dunia 2022.

Dari apa yang dilakukan oleh Qatar dalam menyemai Islam Rahmatan Lilalamiin, ketegasannya, keramahannya serta promosi nilai-nila Islamnya yang mempesona, ternyata world cup 2022 menjadi media tergeraknya ribuan muallaf yang mencintai dan bergabung dengan islam.

Demikianlah jika islam dipromosikan dan disemaikan sedemikian rupa maka akan semakin banyak orang yang akan tertarik kepada agama ini. Sebab agama ini pada dasarnya mengandung nilai moral, rasional, toleran yang nilai-nilainya selalu bisa diterima semua kalangan dan cocok di setiap zaman.

Semoga Qatar menjadi role model pembelajaran promosi Islam bagi warga dan negara bangsa di dunia.

Bagikan
Kholid Masyhari
Founder Majlis Taman Surga dan Dosen FAI Unwahas

    Siapakah Salafi di Indonesia?

    Previous article

    Puasa, Disyari’atkan Islam Di-lelaku-kan Jawa

    Next article

    Comments

    Leave a reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *