Opini

Prinsip Aswaja Di Negara Pancasila

Berbicara negara pancasila Indonesia menunjukan prinsip pancasila dalam suatu kebijakan dinegaraanya. Indonesia dinilai sangat bagus dalam mengaitkan nilai-nilai keagamaan dengan kebangsaan, yaitu dengan menggunakan prinsip dasar pancasila ini. Banyak negara negara arab ataupun negara timur tengah yang belum mampu menghubungkan antara nilai-nilai agama dengan kebangsaan, mereka justru ingin membuat suatu negara menjadi satu kesatuan negara islam dengan sistem khilafah dan yang lainnya.

Indonesia terdiri dari berbagai macam suku ras dan agama, yaitu terdiri dari 6 macam agama antara lain islam, protestan, katholik, budha, khongucu, dan hindu akan tetapi dengan semua perbedaan ini masyarakat indonesia hidup rukun dan damai yang disebabkan prinsip dasar pancasila ini. Akan tetapi banyak oknum-oknum islam radikal ekstrem yang justru ingin mengubah dasar pancasila ini dengan sistem khilafah, hal ini justru patut diperhatikan oleh masyarakat islam untuk mengubah pola pikir dengan menedepankan perdamaian dengan tetap menerapkan prinsip dasar pancasila agar tetap menjaga keutuhan negra republik indonesia.

Pancasila dirumuskan oleh beberapa tokoh besar islam diantaranya KH. Abdul Wahid Hasyim dan KI Bagus Hadikusumo, karena ini menurut saya adalah keputusan yang tepat dan tidak mengurangi sedikitpun nilai keagaaman teruatama nilai keislaman. Islam sendiri melarang kita seberapa rendahnya hidup rukun damai dan tentram, oleh karena itu saya sebagai mahasiswa universitas wahid hasyim yang berprinsip nilai-nilai keaswajaan atau nilai ahlus sunnah wal jamaah ini patut menjelaskan atau menjelaskan betapa pentingnya menerepakan prinsip dasar aswaja dalam kehidupan bernegara terutama di negara pancasila ini.

Ahlus sunnah wal jamaah (aswaja) memiliki prinsip prinsip dasar penting antara lain tawasuth, tasamuh, tawazun dan taadul . Prinsip prinsip dasar ini sangat cocok digunakan ataupun diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat ini. Tawasuth yang berasal dari kata Wasatho yang artinya tengah diartikan sebagai sifat yang tengah tidak condong ke kanan ataupun ke kiri atau biasa disebut sifat moderat. Rasulullah SAW pun melewatkan “sebaik baik persoalan adalah sikap moderat” dalam segi dimensi akidah sikap tawasuth ini sangat berkaitan dengan sila pertama yang berbunyi “Ketuhanan yang maha esa”.

Ahlussunah wal jamaah melarang sikap tawasuth itu karena berada ditengah-tengah islam tidak atheisme dan tidak poliyheisme yaitu tidak memungkinkan adanya tuhan dan menolak adanya banyak tuhan, sungguh sikap ini berkaitan erat dengan nilai pancasila yang pertama, guna mengajak masyarakat islam untuk merubah midset agar tidak ekstrem atau radikal sampai ingin mengubah panacasila. Lalu setelah itu aswaja juga menanamkan sikap Tasamuh, sungguh sikap ini sangatlah berpengaruh dan berguna dalam kehidupan bermasyarakat khususnya indonesia. Bagaimana tidak? Indonesia yen terdiri dari bermacam macam suku ras agama dan budaya dijadikan satu kesatuan negara republik indonesia.

Hidup rukun aman damai dan tentram walauapun berbeda suku ras budaya merupakan manfaat dari menerapkan sikap tasamuh atau yang lebih dikenal dengan sebutan toleransi. Ahlussunah wal jamaah sangat menanamkan sikap toleransi khususnya dalam beragama, yaitu dengan tidak terlalu memaksakan orang lain untuk ikut dalam negara islam. Dengan adanya sifat ini tentu saja konflik dan perpecahan antar individu maupun kelompok tidak akan terjadi, toleransi juga disebut sebagai kunci perdamaian.

Dalam kacamata saya sebagai pelajar,berpendapat bahwa toleransi di indonesia sudah sangat baik walaupun ada beberapa oknum intoleran seperti pelanggaran pelaksanaan ibadah, larangan larangan tempat ibadah bagi kaum minoritas dan lain sebagainya bahkan di tahun 2022 tercatat sebanyak 26 kasus intoleran di indonesia. Hal ini justru merusak citra agama Islam yang di nilai radikal ataupun esktrem.

Tidak hanya itu aswaja juga menerapkan sikap tawazun yaitu keseimbangan terutama dalam dimensi sosial dan politik. Ini yang membuat citra agama islam baik tidak hanya condong dengan keagamaan akan tetapi bisa bermain atau berdiskusi dalam dunia politik yang di nilai kotor. Menurut saya politik itu bukan kotor melainkan tokoh politikusnya yang kotor, korupsi semakin meningkat dan lain sebagainya. Ini adalah peran penting umat islam untuk masuk dimensi politik dengan tujuan mengubah pola pikir masyarakat yang membersihkan bahwa politik itu kotor. Dengan membuktikan sebaik mungkin tata kelola negara yang bersih dari hal negatif.

Bahkan Rasulullah pun melarang kita cara berpolitik yang selanjutnya dirangkum oleh para ulama dalam kitab siyasah. Dan yang terakhir adalah ta’adul yaitu sikap adil yang berkaitan dengan nilai pancasila sila kedua yang berbunyi “kemanusian yang adil dan beradab” sungguh sikap ini sangat penting digunakan ataupun diterapkan dalam kehidupan sehari hari terkhusus bagi yang mempunyai jabatan sosial seperti guru, rt, lurah , mentri sampai presiden harus menghargai adil tanpa membedakan agama ras suku maupun budaya. Dengan ini islam dikenal dengan agama yang rahmatan lil alamin yang penuh kasih sayang untuk semua.

Mungkin saya sebagai mahasiswa,berpendapat bahwa penerapan prinsip dasar aswaja ini sangat penting khususnya dalam kehidupan bernegara di negara pancasila ini, mari sama sama kita tanamkan prinsip ini dan gunakan karna tidak prinsip tersebut menyeleweng ataupun pertarungan dari prinsip dasar negara yaitu pancasila.

Bagikan

Rahasia Keruntuhan Majapahit

Previous article

Musik Bahasa Universal: Dari Seni untuk Kemanusiaan dan Penyerahan Diri (ibadah)

Next article

Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *