Essai

Bentengi Diri dari Hoaxs

https://jalandamai.org/stop-hoax-mari-mengedukasi-umat-dengan-ceramah-perdamaian-di-rumah-ibadah.html.

Perkembangan teknologi digital telah banyak mengubah kehidupan masyarakat, khususnya generasi muda. Media sosial sebagai salah satu jenis teknologi digital yang pada masa sekarang ini paling banyak digunakan oleh semua kalangan.

Platform seperti Instagram, TikTok, dan Facebook telah mengubah cara kita berinteraksi, menerima informasi, dan membentuk identitas kita.Namun. terdapat berbagai potensi bahaya. Indonesia sendiri termasuk pengguna internet terbanyak di dunia, penggunaan media sosial sering kali dieksploitasi oleh sejumlah elit untuk kepentingan politik mereka.

Hoax merajalela dan menjadi ancaman serius bagi masyarakat. Data menunjukkan bahwa 11,9% responden mengakui telah menyebarkan berita palsu, sementara 30-60% orang dewasa terpapar hoaks saat terjun di dunia maya.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mencatat, terdapat 12.547 konten hoax yang beredar di website dan platform digital sepanjang Agustus 2018 sampai Desember 2023. Konten tersebut diidentifikasi, diverifikasi, dan divalidasi oleh Tim AIS Ditjen Aplikasi Informatika.

Menelan Mentah-mentah Berita di Sosial Media

Hoaks adalah berita bohong yang disebarluaskan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab yang bertujuan untuk menimbulkan perseteruan antara pihak satu dengan pihak yang lainnya.Kondisi ini menjadi kecemasan tersendiri, terutama di era yang serba digitalisasi dan kemudahan akses untuk mengetahui berita-berita terkini. Maraknya berita hoaks membuat resah semua kalangan, baik dari kalangan politisi, public figur serta semua elemen masyrakat.

Penyebaran hoax juga  dipengaruhi oleh kurangnya kejelasan peraturan dan  penegakan hukum yang efektif, sehingga sulit mendeteksi pelaku hoax dan menghukum mereka dengan sanksi yang memiliki efek jera yang kecil. Selain itu, rendahnya literasi media masyarakat Indonesia membuat upaya pencegahan penyebaran berita bohong semakin sulit dilakukan Tanpa  literasi yang memadai, masyarakat tidak dapat mengevaluasi, mempelajari, mengakses dan menciptakan berbagai bentuk media dan kontennya.

sebenarnya kasus hoax yang melanda di Indonesia akhir-akhir ini bukanlah hal yang tabu dan terdengar baru, sejak zaman nabi Adam hoaks juga sudah ada. Bahkan, semua nabi atau rasul menjadi korban hoaks. Bahkan hoax ini juga menimpa keluarga Nabi Muhammad sendiri. Hoax juga termasuk strategi tipu daya syaiton agar uamat manusia terlena dan terjerumus dalam belenggu dosa.

Allah telah  memberikan petunjuk dan peringatan kepada umat Islam untuk tidak berbuat dalam kerugian terutama menyebarkan berita hoaks yang jelas-jelas merugikan. Al- Quran juga menjelaskan kembali ancaman dan bahaya bagi orang-orang yang terlibat dalam penyebaran berita bohong tersebut.

Begitu tegasnya Allah mengingatkan pada umat manusia agar menghindari perilaku buruk, larangan hoaks ini sama halnya dengan fitnah. Dalam keadaan darurat hoaks ini tentu banyak keresahan-keresahan yang timbul dan pasti setiap elemen masyarakat.

Maka dari itu dibutuhkan kesadaran dari setiap diri masing masing umat, dimulai dengan menanamkan akhlak dan budi pekerti yang mulia untuk menangkal fenomena hoaks tersebut. Dimulai dari hal kecil seperti teguh dalam membela kebenaran. Mudahnya dengan mengatakan mana saja perkataan yang haq dan batil.

Serta kita diharuskan menyaring semua informasi yang beredar baik di Media Sosial ataupun di Dunia nyata, Dengan sikap tersebut sedikit demi sedikit banyaknya berita hoaks yang berkembang akan hilang dengan sendirinya jika seluruh elemen masyarakat menanamkan hal tersebut pada diri mereka.

Sebagai generasi muda, sudah sepatutnya kita menyuarakan tentang bahayanya hoaks dengan mengedukasi melalui konten-konten menarik yang dapat menggerakkan jiwa-jiwa kebenaran semua kalangan, khususnya anak muda yang masih rentan akan berita-berita hoaks dan hate speech.

Mulai membiasakan memilih dan memilah berita serta mengecek kebenaran berita juga dapat menangkal diri kita dari berita hoaks. Al-Quran telah menjelaskan kepada umat manusia untuk selalu berkata benar, terlebih dalam menyampaikan sebuah berita, karena dengan menyampaikan sebuah berita yang benar, akan menjaga kerukunan serta terciptanya keharmonisan dalam pergaulan.

Tuntutan umat Islam agar selalu melakukan klarifikasi saat menerima berita sudah diatur dalam Al-Quran. Al-Quran mewajibkan umat Islam untuk melakukan klarifikasi Sehingga tidak ada lagi berita-berita hoax yang dapat memecah belah kesatuan antara umat,bangsa dan negara.

Di sinilah peran ahklaq dibutuhkan, kita sebagai generasi muda yang melek akan digitalisasi memang patut untuk membentengi diri dengan ahklaq dalam menyaring berita yang beredar di Sosial Media.

Seperti contoh kecil ketika terdapat berita di Sosial media kita sepatutnya mencari tahu benar atau tidaknya berita tersebut dan tidak mengjudge atau hate coment atas berita yang beredar sebagai bentuk membentengi diri dengan ahlak.

 

Bagikan
Firda Usmaningsih
Penulis lepas asal Magelang

    Sejarah Masjid Sekayu yang Masyarakat Belum Tahu

    Previous article

    Filsafat Tasawuf Sosial Dr.KH. Mohammad Achmad Sahal Mahfudh

    Next article

    Comments

    Leave a reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *