Dulu ketika remaja, saya sempat meremehkan ibadah atau amalan puasa. Menganggap itu barang kuno yang tidak bermanfaat secara nyata.
Sekitar puluhan tahun melanglang buana, berkelana dan belajar pada dunia di luar tanah air, khususnya peradaban barat yang menjadi kiblat dunia, saya melihat bahwa peradaban barat ketika sudah mencapai titik puncak materialismenya, ternyata mereka justru perlahan dan bertahap mulai berlaku sebagaimana manusia di peradaban timur.
Di Amerika, Eropa dan Australia, asram atau tempat berlatih meditasi dan yoga sangat marak. Mereka sudah memulai green living sebagaimana pada jaman mbah-mbah kita dahulu, hidup serba alami. Alat-alat penunjang kehidupan dan bungkus makanan pun terbuat dari tanaman dan bahan daur ulang yang pada jaman modern disebut eco-friendly. Yang mana sekitar 30 tahun lalu kita mulai beralih ke plastik karena meniru orang barat saat itu.

Toko di Perth, Australia menjual berbagai alat rumah tangga, hiasan dan lainnya yang terbuat dari anyaman, dan kerajinan tangan buatan Indonesia dan India.
Begitu juga pada dunia kesehatan, pengobatan secara holistik menjadi acuan utama di mana pengobatan diawali dengan terapi dari pikiran dan jiwa. Mereka sudah mengadopsi teknik pengobatan ala timur, seperti akupuntur dan bekam, atau cupping sudah sangat dikenal di barat.
Termasuk juga puasa digunakan sebagai suatu terapi kesehatan dan pengobatan. Penelitian seorang ilmuwan Biologi dari Jepang peraih penghargaan nobel bidang fisiologi dan pengobatan pada tahun 2016, Yoshinori Ohsumi menemukan manfaat yang luar biasa dari puasa. Beliau menyatakan puasa dapat mengaktifkan authopagy, di mana proses tersebut sangat bermanfaat untuk memperlambat proses penuaan dan pertumbuhan sel-sel tubuh yang baru.
Dalam proses autophagy, sel-sel tubuh menghancurkan virus dan bakteri serta memperbaiki struktur sel yang rusak. Para ilmuwan juga menemukan berpuasa 12 sampai 24 jam lebih dapat mengaktifkan proses autophagy, yang mana dapat mengatur kadar gula darah, mengobati imflamasi dan meningkatkan fungsi otak.
Beberapa contoh jenis puasa atau model diet yang sangat bermanfaat untuk kesehatan dan pengobatan lainnya juga ditemukan oleh para peneliti dunia modern saat ini, misalnya water fasting-only fasting, juice fasting, dan vegetarian diet.
Water-only fasting atau terapi diet dengan hanya mengkonsumsi air putih selama beberapa hari bahkan beberapa minggu sebenarnya sudah sangat lama dikenal di Nusantara, yang disebut sebagai puasa mutih. Begitu juga dengan terapi juice fasting atau hanya mengkonsumsi jus buah dan sayuran selama jangka waktu tertentu, Mbah-mbah kita menyebutnya sebagai poso ngrowot.

Orang-orang sedang bermeditasi, di Australia
Leluhur kita di Nusantara sudah jauh lebih dulu mengamalkan berbagai jenis terapi diet itu, dan bahkan lebih beragam bentuknya, seperti poso ngebleng, topo bisu atau poso wicoro, dan banyak lainnya.
Para leluhur kita di Nusantara ini juga sudah jauh lebih awal dan ahli dalam melakukan berbagai bentuk meditasi atau semedi dan laku spiritual lainnya. Ketika para cucu dari leluhur agung Nusantara telah meninggalkan tradisinya, malah kaum dari peradaban Barat telah mempelajari dan menemukan manfaat yang nyata dari tradisi adi luhung Nusantara bagi kehudupan mereka.
Sudah seharusnya kita lebih mempelajari dan mengamalkan tradisi dan ajaran dari para leluhur kita yang Agung.
Selamat berpuasa, mohon maaf lahir dan batin.



Comments