PENDAHULUAN
Akhlak merujuk pada perilaku dan moralitas individu, etika, sopan santun sesama manusia atau berhubungan dengan Allah swt dan merupakan aspek fundamental dalam kehidupan manusia terutama dalam konteks beragama islam sehingga dapat berkontribusi dengan hal-hal yang bersifat positif dalam kalangan masyarakat sekitarnya.
Pentingnya pendidikan sejak dini melalui kehidupan keluarga dan pendidikan ini sebagai upaya menghindari dari hal-hal negatif baik dari prilaku maupun pola pikir sehingga menjadi contoh bagi masyarakat sekitar dan setidaknya dalam lingkup keluarga sendiri sehingga tolak ukur akhlak di nilai dari kebudayaan masyarakat setempat.
Krisis adalah suatu kejadian yang banyak implikasi nya hal yang negatif dalam pendidikan maupun organisasi di era modern. Krisis ini juga berpotensi kepada hal yang negatif yang dampaknya merusak keadaan seseorang bersosial di dalam pendidikan, organisasi dan masyarakat. Jadi krisis akhlak adalah seseuatu yang bersifat negatif yang dapat mempengaruhi aspek kehidupan dan suatu sistem baik dalam kalangan masyarakat, keluarga dan pendidikan.
Era Modern adalah transisi dari kalangan masyarakat tradisional menuju kalangan masyarakat yang lebih maju sehingga memudahkan suatu pekerjaan dengan menggunakan teknologi modern yang dulu nya ketika bekerja melalui banyak tahapan dalam era modern ini mampu menyingkat suatu pekerjaan menjadi tahapan yang lebih efisien.
HASIL PEMBAHASAN
Krisis akhlak adalah tingkah laku seseorang yang menyimpang dan tidak sejalan dengan nilai-nilai agama islam. Faktor keluarga dan lingkungan seperti sopan santun, perilaku dan bertutur kata terhadap orang tua mempunyai dampak yang signifikan terdahap motivasi anak-anak maupun remaja di era modern kemudian Lingkungan adalah sebuah tempat bertemu, bercengkrama, bersosialisasi dan bercanda gurau.
Sehingga lingkungan sangat mempengaruhi anak remaja di era sekarang ini sehingga pengawasan orang tua terhadap anak didiknya lebih berhati-hati karena di era modern ini generasi muda sangat mudah terpengaruh dari lingkungan dan pergaulan bebas sehingga menyebabkan tawuran, perkelahian, pencopetan/penculikan, perjudian, seks bebas dan minuman beralkohol.
Hal ini disebabkan oleh kurang nya transmisi nilai-nilai agama di lingkungan keluarga dan lingkungan sekitarnya sehingga sering kali generasi muda melakukan perilaku yang tidak pantas sebab jiwa remaja yang masih labil membutuhkan bimbingan dari keluarga maupun tokoh-tokoh agama di masyarakat.
Berikut beberapa perilaku remaja yang disebabkan oleh kurangnya transmisi nilai-nilai agama
Pertama, Perkelahian/Tawuran di kalangan generasi muda akibat kelangkaan dalam memediasi nilai-nilai agama dilingkungan rumah, lingkungan yang tidak sehat sehingga mempunyai pengaruh besar terhadap pola pikir generasi muda di era modern ini.
Kedua, Pencopetan/ Penculikan, Generasi muda melakukan pencurian di akibatkan faktor ekonomi yang rendah, faktor keluarga dan tidak menjalankan ajaran agama karena kurangnya nilai-nilai agama.
Ketiga, Konsumsi Alkohol, Krisis moral generasi muda saat ini karena pergaulan bebas yang dimana bebas dalam mengkonsumsi minuman alkohol disebabkan banyak faktor seperti, Penjualan minuman alkohol tanpa perizinan, lingkungan yang tidak sehat, kurangnya perhatian tokoh agama di masyarakat sekitar dan kurangnya transmisi nilai-nilai keagamaan di lingkungan keluarga
Keempat,Perjudian, Generasi muda menghadapi krisis moral perjudian karena kurangya pemahaman dilingkungan rumah mereka, Komunikasi dengan keluarga yang baik dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan pada anak, sehingga jika keluarga tidak harmonis akan berdampak negatif terhadap anak remaja saat ini.
Kelima, Seks Bebas, Generasi muda krisis seks bebas karena broken home atau minimnya pendidikan keluarga, pengaruh teknologi dan media sosial yang mengikuti tren orang barat sehingga bebasnya pergaulan generasi muda saat ini dan rendahnya kontrol diri dapat menyebabkan kesadaran diri terhadap pergaulan bebas sehingga nilai-nilai keagamaan tidak dapat diterapkan di generasi muda saat ini sehingga terpengaruh seks bebas.ssss
Krisis akhlak pada remaja disebabkan beberapa faktor seperti ketidaktaan dan tidak disiplin dalam melaksanakan ibadah karena remaja di era modern ini belum mengembangkan hal baik dan banyak sekali ketidaktahuan dalam nilai-nilai agama yang di terapkan dalam kehidupan sehari-hari karena jiwa yang masil labil.
Sehingga gampang terpengaruh dengan hal-hal yang negatif dan lingkungan yang tidak sehat hubungan antara manusia-manusia, hubungan orang tua dan anak yang belum terjalin dengan baik. Pengaruh orang tua sangat besar dalam perkembangan untuk menentukan masa depan anaknya, kurangnya sosialisasi tokoh agama dan kurangnya aktivitas keagamaan bersifat positif yang berkelanjutan sehingga menyebabkan lingkungan yang kurang sehat.
Dengan ini kita sebagai anak muda harus melanjutkan estafet dalam lingkungan masyarakat masing-masing dan memiliki upaya menanggulangi krisis akhlak dalam stabilitas sosial di era modern. Dengan melakuan upaya melalui pendidikan lingkungan keluarga terlebih dahulu dan membangun keluarga yang harmonis, memenuhi seluruh kebutuhan fisik, psikis, dan sosial.
Anak juga harus merasa nyaman, kita bisa mengupayakannya lewat pendidikan islam, karena pendidikan moral sangat penting dalam kalangan generasi muda saat ini dengan pengembangan nilai-nilai agama sehinga dia memmpunyai pondasi keyakinan yang kuat dalam stabilitas bersosial demi membentuk karekter yang baik dan masih banyak upaya lain untuk menanggulangi krisis akhlak, seperti aktifitas keagamaan atau hal-hal positif yang bermanfaat bagi kehidupan.
KESIMPULAN
Dapat disimpulkan bentuk krisis akhlak yang terjadi pada generasi muda saat ini antara lain: Tawuran, penculikan, seks bebas, perjudian, pencopetan serta minum-minuman beralkohol. Penyebabnya ada di lingkungan keluarga, pendidikan dan masyarakat yang tidak pernah mengajarkan nilai-nilai agama, sekolah yang tidak menanamkam disiplin belajar maupun hal lainnnya dan lingkungan lokal yang masyarakatnya tidak harmonis sehingga perlahan-lahan mempengaruhi jiwa remaja.
Upaya untuk menanggulangi krisis akhlak dimulai dari pendidikan di rumah yang tentunya berpengaruh penting dalam perkembangan terhadap remaja. Oleh karena itu, nilai-nilai agama harus ditanamkan sejak kecil sehingga mampu membedakan mana yang baik dan yang jahat.
Selain itu menyekolahkan anak ke seolah Islam seperti pesantren agar dapat membentuk karekter yang berakhlak mulia yang dimana Pesantren mengajarkan berbagai ilmu seperti Al-Qur’an, Hadist, Fiqih dan Akhlak sehingga dapat membentuk karekter dan jiwa toleransi umat beragama.
Dan masih banyak upaya yang lain yang dapat berpengaruh pada kepribadian remaja, melalui tokoh masyarakat sekitar yang dapat menjadi teladan serta agama yang memberikan model dan pedoman. Serta konsisten melibatkan generasi muda dalam kegiatan keagamaan maupun sosial lainnya.



Comments