Kita belum pernah tau bangsa mana yang dimaksud dalam Al-Quran sebagai “Rum”. Rum yang dimaksud ternyata adalah YUNANI. Persia dan Yunani sejak sebelum Masehi merupakan musuh bebuyutan. Hubungan mereka pasang surut. Persia banyak menyerap pengetahuan Yunani terutama Filsafat.
Maka tidak mengherankan bilamana Umar bin Abdul Azis memerintahkan penerjemahan kitab-kitab Yunani. Dan itu dieksekusi oleh ilmuwan-ilmuan asal Persia khususnya Suku Kurdi. Hampir semua Ilmuan Muslim berasal dari Kurdistan. Bahkan panglima penahlukan Baitul Maqdis, Sholahuddin al Ayuubi berasal dari Kurdistan.
Abad VII Suku Kurdi melalui Jalur Sutra masuk ke Nusantara. Orang Tiongkok menyebut mereka Po-sse. Mereka membangun pemukiman di wilayah Sumatra bagian Timur yang kemudian hari disebut Pasai.
Ibn Batutah pada kurang lebih abad XIV menyebut Sumatra dengan “Jawwah”. Karena wilayah tersebut banyak dihuni suku Jawani al-Kurdi. Suku inilah yang kemudian meninggalkan budaya penulisan Arab Pegon Melayu.
Walisongo seperti Maulana Ishak, Sunan Kudus, Sunan Bonang dan Sunan Giri pernah belajar dan menetap di Pasai. Mereka pulang membawa pengetahuan berupa penulisan Arab Pegon tersebut yang kemudian dialihbahasakan ke bahasa Jawa. Maka muncul karya “Arab Pegon Jawa”. Artinya Arab Pegon yang diajarkan oleh orang-orang Jawani, dari Kurdi, Persia atau Iran.



Comments