Essai

Sayid Muhamad Kebungsuan (1390-1517 M)

Lembaran Hikayat Patani ditulis dalam huruf Pegon atau Arab Jawi (Wikipedia)

Sayid Mohamad biasa dipanggil Kebungsuan karena beliau anak paling bungsu dari lima bersaudara. Ayahnya bernama Maulana Sayyid Husin Jamadil Kubra Al Azmatkhan Al Husaini. Ibundanya bernama Puteri Jauhar bin Seri Bija Diraja Tun Hamzah, dari Kerajaan Muar Lama.

Kerajaan Muar Lama berdiri sebelum berdirinya Imperium Melayu Melaka. Sebenarnya Imperium Melayu Melaka adalah gabungan dari Kerajaan Muar Lama. Puteri Jauhar ini memang terkenal, karena darinyalah nama negeri Johor Moden berasal.

Johor di ambil dari bahasa Arab “Jauhar” yang berarti “permata.” Dan daerah yang berjuluk jauhar atau permata sebagaimana pula yg disebut Tome Pires dalam Summa Oriental-nya tidak lain adalah Gresik, Jawa Timur.

Jadi, Putri Jauhar yang dimaksud adalah seorang putri yang terlahir dari Jauhar atau Gresik atau daerah Muar sekarang. Disebut daerah Muar atau Kerajaan Muar, karena daerah tersebut adalah Muara dari seluruh aliran Sungai.

Boleh jadi juga yang dimaksud Kerajaan Muar lama adalah Jenggala, atau Hujunggaluh (Ujung Aliran; Muara). Putri Jauhar lahir pada tahun 1390 M.

Maulana Sayyid Husin banyak merekrut dai dan pendakwah Islam, guna menyambung tugas beliau dan tugas dari Allah SWT. Wasiat Nabi SAW di jalankan dengan penuh tanggung jawap sehingga Islam tersebar ke Nusantara.

Setelah remaja, Kabungsuan banyak mengikut ekspedisi dakwah ayahnya, Sayyid Husin atau Pendakwah yang lain, seperti ayah dari saudara Sayyid Thanaudeen, Anak dari Saudara Sunan Ampel.

Pada tahun 1413 M, diberitakan Maulana Malik Ibrahim, anak tertua bersama Maulana Sayyid Husin Jamadil Kubra singgah di Negeri Muar Lama ini, dalam perjalanan ke Tuban, Jawa. Ini bermakna Kerajaan Muar Lama telah ada pelabuhan yang besar, tempat berkumpulnya para dai Islam dan juga pedagang.

Sayyid Mohamad Kebungsuan berdakwah ke seluruh Nusantara, sama seperti bapa dan familinya. Pada tahun 1420 M, beliau ke Manguidanao atau Mindanau Filiphina.

Pada mulanya, orang-orang Sulu menentang Dakwah Islam, tetapi  atas kearifan dan kesabaran Maulana Sayyid Husin dan Anggota Dakwahnya, Islam diterima dengan baik di Sulu, Filiphina bagian Selatan. Sayyid Mohamad Kebungsuan menikah dengan Puteri Nonina, puteri Raja Cotabatu.

Di Sulu dan Mandanao telah berkumpul para dai Islam, seperti Sayyid Thanaudin Al Azmatkhan, Sayyid Abu Bakar Al Jailani, Syarif Maharaja dan Syarif Hasan. Sayyid Mohamad Kebungsuan dapat menggabungkan negeri Manguidano, Bawean dan Butiq menjadi Kesultanan Malabang Islam. Kerajaan ini berpusat di Kota Batu, Selatan Filipina sekarang.

Hasil pernikahan Sayyid Mohamad Kebungsuan melahirkan anak lelaki yang bernama Sayyid Ali pada tahun 1453 M. Pada masa Kerajaan Demak di bawah pemerintahan Raden Fatah yang bergelar Sultan Ali Alam Akbar, Sultan Demak ini menjemput Sayyid Ali ini ke Jawa. Riwayat dari Brunai menceritakan hal ini.

Sayyid Ali diperintahkan oleh Ayahandanya ke Tanah Jawa. Perlu kita ingat di Tanah Jawa telah ada Sunan Ampel, Sunan Giri, Raden Fatah, Sunan Kali Jaga, Sunan Gunung Jati dan banyak lagi dai dan ulama Islam. Hampir keseluruhannya adalah saudara mara kepada Sayyid Ali bin Sayyid Mohamad Kebungsuan. Keturunan dari Maulana Sayyid Husin Jamadil Kubra Al Azmatkhan Al Husaini.

Beliau di lantik menjadi Adipati Pengging dan bergelar Ki Kebo Kenobo. Beliau berguru pula kepada Syeikh Abdul Jalil Al Azmatkhan Al Husaini atau nama Popular nya Syeikh Siti Jenar. Kedua guru dan murid serta para sunan, bukanlah orang lain, melainkan dalam kelompok dan keturunan yang sama.

Sangat sukar untuk mengatakan bahwa Syeikh Siti Jenar salah. Dari mana kah ia peroleh pengetahuannya. Pengetahuannya ia peroleh dari Syeikh Hamzah Fansuri. Syeikh Hamzah Fansuri mengambil pengetahuan dari Syeikh Abdullah Al Ariff Al Jailani Al Hasani. Syeikh Abdullah ini pula adalah cucu cicit dari Syeikh Abdul Qadir Al Jailani Al Hasani.

Setelah Pengging diperintah oleh Sayyid Ali atau Ki Kebo Kenongo, beliau dihukum bunuh oleh Sultan Demak, Sultan Teronggono. Beliau dihukum bunuh bersama gurunya Syeikh Siti Jenar.

Dari perkawinan Sayyid Ali melahirkan Mas Karebet, atau Jaka Tingkir atau Sultan Hadi Wijaya. Sayyid Adi Wijaya menikah dengan Puteri Sultan Trenggono. Setelah Kerajaan Demak runtuh, berdirilah Kerajaan Pengging mengantikan Kerajaan Demak, tetapi diubah nama menjadi Kerajaan Pajang (1568-1588 M).

Keturunan dari Sultan Adi Wijaya ini banyak melahirkan ulama, dai dan pembesar Nusantara. Salah satunya adalah Kyai Haji Abdur Rahman Wahid Al Azmatkhan Al Husaini atau Gus Dur.

Mengenai sejarah Walisanga ini memang perlu dilakukan penelitian lagi. Memang sangat susah dan butuh waktu lama. Sebab Sejarah Indonesia, Malaysia, Patani dan Brunai, banyak diputarbalikan oleh kolonial dan para pengkhianatnya, supaya sejarah bangsanya hilang dan dilupakan generasi setelahnya. Mereka menutup kebenaran sejarah karena kuatir dengan prediksi “Islam akan Bangkit dari Timur” dengan membawa panji-panji hitam.

Sayyid Mohamad Kebungsuan Al Azmatkhan Al Husaini wafat dan dimakamkan di Kota Batu, selatan Filipina. Ibunya berasal dari Kerajaan Muar Lama. Jadi antara Kerajaan Muar Lama memang ada kaitan dengan Kerajaan Islam Jawa. Beliau Wafat pada tahun 1517 M.

Sumber: Tarikh Patani, terjemahan Wan Mohamad Saghir; Wali Songho karya Haji Halim Bashah.

Bagikan
Anang Harris Himawan
CEO Rumah Sejarah Indonesia

    Alasan Berdirinya Demak Bintara: Membendung Dominasi Portugis di Malaka

    Previous article

    Merawat Keragaman dan Toleransi

    Next article

    5 Comments

    1. Assalamu’alaikum
      Maaf, sy mau tahu. Apakah ada data dan atau informasi tentang Syeikh Abdullah Al Ariff Al Jailani Al Hasani.
      Terimas kasih.
      Wassalam

    2. Assalamu Alaikum

      Izin bertanya !

      Apakah trah keturunan majapahit identik dengan 1 Puyang telunjuk miring Baharuddin Mukhlis ?
      Bagaimana mendapatkan pengakuan sebagai trah kerajaan Majapahit/Sriwijaya ?
      Apakah ada kaitan Nasab dengan Puyang atung bungsu karena Ayah dari Ibu saya berasal Dari Tanjung sakti namanya Saudi Bin Haji Agus ?

      1. Trah tidak bisa dibuat bgtu saja, tidak bsa sembarangan dengan karangan. Semua harus ditelusuri. mksh

    3. Koreksi, ada yg terlewat
      SYECH JAMALUDDIN AKBAR, BERPUTRA SAYYID MUHAMMAD KEBUNGSUAN, BERPUTRA PANGERAN ANDAYANINGRAT PRABU SRIMAKURUNG , MENIKAH DENGAN PUTRI PEMBAYUN ANAK DR BRAWIJAYA V DG PUTRI ANARAWATI (AMARAWATI) DR CHAMPA, BERPUTRA 3 ORANG, DIANTARANYA KYAI AGENG KEBO KENONGO, ADIPATI PENGGING.

      1. putra dari Andayaningrat hny 2, bukan 3. Mungkin Anda salah ketik. Mereka adalah 1) Kebo Kanigoro alias Ki Ageng BAnyubiru alias Ki Ageng Purwoto Sidiq, 2) Kebo Kenongo alias Ki Ageng Pengging alias Ki Ageng Butuh. nama “alias” merupakan antroponimi menyesuaikan tempat beliau memiiki tempat atau peguron.

    Leave a reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *